Pengembangan Rumah Type 36 menjadi 2 lantai (2)

Pengembangan berikutnya, dari denah rumah type 36 yang lalu, yakni dengan menambah 2 kamar di atas, namun tanpa mengurangi kamar sebelumnya. Sehingga jumlah kamar menjadi 4 ruang. Letak tangga berada pada area km lama, sehingga km bawah diubah ke belakang. Letak pintu km atas tidak bisa lurus dengan km bawah, karena adanya bukaan tangga. Sehingga pintu dibuat di area luar, yang berakibat perlunya dak tambahan sebagai perantara. Dak ini bisa dimanfaatkan sebagai atap lantai di bawahnya, yang kemudian bisa dimanfaatkan sebagai tempat cuci.

Ilustrasi pengembangan rumah type 36 menjadi 2 lantai – 2, lantai 1
Ilustrasi pengembangan rumah type 36 menjadi 2 lantai – 2, lantai 2

Pengurangan lahan terbuka pada denah di atas tidak terlalu banyak, dengan penambahan km, dan tempat cuci. Namun jika tempat cuci terbuka, pengurangan area terbuka ini akan lebih kecil lagi. Dapur juga mendapat akses bukaan langsung ke luar rumah, sebagai sirkulasi udara dan pencahayaan alami.

Sebagai pembatas area dapur secara visual, maka di antara dapur dan ruang keluarga bisa diberikan backdrop partisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *